Warga Sunda di Kota Pekanbaru meriahkan Pawai Hari Budaya Nasional, Calung, Dogdog, Badut Gendong hingga Aki Lengser Curi Perhatian

PEKANBARU, RIAU ( Minggu, 18 Oktober 2026 ) – Paguyuban Mitra Sunda Riau (MISURI) yang ada di Kota Pekanbaru turut memeriahkan kegiatan Pawai Budaya dalam rangka memperingati Hari Budaya Nasional di Provinsi Riau. Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon.

banner 336x280

Keikutsertaan warga Sunda yang tergabung dalam MISURI Kota Pekanbaru menjadi salah satu bentuk nyata komitmen dalam melestarikan dan memperkenalkan kekayaan seni serta budaya Sunda kepada masyarakat luas.

Dengan penuh semangat dan antusiasme, rombongan MISURI tampil membawa alat musik tradisional calung dan dogdog, yang menambah semarak suasana pawai. Alunan musik tradisional Sunda tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkenalkan warisan budaya leluhur kepada masyarakat dari berbagai latar belakang etnis.

Tidak hanya menampilkan musik tradisional, peserta pawai MISURI juga tampil mengenakan pakaian adat Sunda. Para laki-laki mengenakan pangsi hitam lengkap dengan iket khas Sunda, sementara para perempuan tampil anggun dengan busana kebaya.

Penampilan tersebut mencerminkan kebanggaan warga Sunda terhadap identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ada yang unik dan menarik dalam barisan pawai MISURI Kota Pekanbaru. Kehadiran karakter tradisional Badut Gendong dan Aki Lengser sukses mencuri perhatian peserta pawai dari berbagai paguyuban.

Badut Gendong menjadi salah satu sosok yang paling menarik perhatian. Banyak peserta pawai dari Paguyuban lain yang antusias meminta berfoto bersama, sehingga kehadirannya menambah suasana semarak, meriah, dan penuh keakraban sepanjang kegiatan berlangsung.

Sementara itu, sosok Aki Lengser yang identik dengan tradisi budaya Sunda tampil tak kalah menarik. Ada hal istimewa di balik penampilan tersebut, karena karakter Aki Lengser diperankan langsung oleh Ketua DPD MISURI Kota Pekanbaru, Kang Dudung Sulaeman (KDS).

Penampilan Kang Dudung sebagai Aki Lengser benar-benar membuat pangling. Dengan riasan, kostum, dan karakter yang dibawakan, sosoknya bahkan nyaris tidak dikenali oleh sejumlah orang yang melihatnya.

Transformasi tersebut menjadi bukti totalitas Kang Dudung dalam menghidupkan karakter seni tradisional Sunda. Baginya, pelestarian budaya bukan hanya sebatas mengenakan pakaian adat atau mengikuti pawai, melainkan juga menghadirkan karakter, seni pertunjukan, dan tradisi yang memiliki nilai sejarah serta filosofi bagi masyarakat Sunda.

Partisipasi MISURI Kota Pekanbaru dalam Pawai Budaya ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan antar-etnis sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

Bagi MISURI, seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus dijaga, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kang Dudung Sulaeman (KDS) bersama jajaran pengurus dan anggota MISURI Kota Pekanbaru berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi ruang bagi setiap paguyuban untuk menampilkan kekhasan budayanya serta mempererat persaudaraan dalam keberagaman.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai luhur budaya Sunda, yakni “Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh” — saling mencerdaskan, saling menyayangi, dan saling membimbing.

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *