Diduga Iming-imingi KIP, Ratusan Mahasiswa Baru Univa Labuhanbatu Kecewa

Pendidikan41 Views

Labuhanbatu, SUMATERA UTARA — Polemik penerimaan mahasiswa baru di Universitas Alwashliyah Labuhanbatu (Univa Labuhanbatu) mencuat. Ratusan calon mahasiswa disebut mendaftar setelah mendapat informasi mengenai peluang memperoleh Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Namun, informasi mengenai jumlah calon penerima KIP tersebut kini dipertanyakan. Berdasarkan data kuota penerima KIP Kuliah LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara yang menjadi rujukan dalam persoalan ini, Univa Labuhanbatu disebut hanya memperoleh kuota 15 mahasiswa penerima KIP.

banner 336x280

Kondisi itu memunculkan pertanyaan besar: bagaimana nasib mahasiswa baru lainnya yang sejak awal mendaftar dengan harapan mendapatkan beasiswa tersebut?

Hasil penelusuran wartawan juga menemukan adanya mahasiswa baru yang mengaku kecewa karena sebelumnya mendapat informasi bahwa mereka akan memperoleh KIP Kuliah.

“Saya termasuk yang kecewa. Saat saya tanya di awal pendaftaran, kata pengurusnya wajib lulus,” ungkap seorang mahasiswa baru Univa Labuhanbatu yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Persoalan tersebut kemudian mendapat sorotan Wakil Ketua Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Labuhanbatu, Idris Tanjung C.B.J., C.E.J.

Idris mempertanyakan informasi mengenai iming-iming hingga 700 penerima KIP bagi mahasiswa baru Univa Labuhanbatu. Menurutnya, angka tersebut perlu dijelaskan secara terbuka agar calon mahasiswa tidak menerima informasi yang keliru mengenai peluang mendapatkan bantuan pendidikan.

“Kalau benar ada informasi sampai 700 KIP, sumber kuotanya dari mana? Sementara berdasarkan data yang kami dapat, kuota KIP Univa Labuhanbatu hanya 15 orang,” tegas Idris.

Ia juga meminta pihak kampus menjelaskan secara transparan apabila terdapat tambahan kuota melalui jalur lain, termasuk jika ada kuota aspirasi dari anggota DPR RI.

“Kalau memang ada jalur aspirasi, harus jelas siapa yang memberikan, berapa kuotanya, dan mekanisme penyalurannya. Jangan sampai mahasiswa mendaftar karena berharap beasiswa, tetapi setelah diterima justru tidak mendapatkannya,” ujarnya.

Sorotan semakin menguat karena Idris membandingkan informasi tersebut dengan Universitas Sumatera Utara (USU), yang berdasarkan data yang disebutkannya memiliki 402 calon penerima KIP yang dinyatakan eligible melalui jalur SNBT 2026.

Di tengah polemik tersebut, wartawan mencoba meminta klarifikasi langsung kepada Rektor Univa Labuhanbatu, Dr. Meyniar Albina, melalui sambungan telepon pada Rabu (16/9/2026).

Namun, sang rektor belum memberikan penjelasan substantif.

“Nanti saya jawab ya, ini lagi ada acara,” ujarnya sebelum mengakhiri sambungan telepon.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan resmi dari pihak Univa Labuhanbatu mengenai dasar informasi 700 KIP, jumlah mahasiswa yang dijanjikan atau dinyatakan berhak menerima KIP, serta mekanisme penyelesaian bagi mahasiswa yang telah mendaftar dengan ekspektasi memperoleh beasiswa tersebut.

Pihak kampus masih memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik yang merugikan mahasiswa.

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *