JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan seluruh masyarakat Indonesia untuk memiliki rekening bank. Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah menunjuk dua bank BUMN, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hal ini usai rapat di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9/2026). Ia menyebut pembukaan rekening massal akan memanfaatkan data kependudukan resmi dari Dukcapil yang diintegrasikan langsung dengan sistem pembayaran nasional berbasis QRIS.
“Bapak Presiden meminta agar penduduk mempunyai rekening. BRI dan Bank Syariah Indonesia diminta mempersiapkan itu. Data yang dipakai dari Dukcapil, lalu dipadankan dengan sistem Bank Indonesia, terutama payment system dan gateway-nya menggunakan QRIS,” ujar Airlangga.
Airlangga menjelaskan, penyediaan rekening bagi seluruh warga negara ini disiapkan sebagai jalur tunggal penyaluran berbagai program bantuan pemerintah ke depan. Selain mempercepat distribusi bansos, langkah ini juga ditujukan untuk mendorong tingkat inklusi dan literasi keuangan nasional.
Berdasarkan survei OJK dan BPS, tingkat inklusi keuangan Indonesia saat ini sudah menyentuh 93,62 persen, dengan literasi keuangan mencapai 69,57 persen—di atas standar OECD yang sebesar 63 persen.





