Viral Ejek Keluhan Warga Soal Lampu Jalan, Lurah Paya Pasir Akhirnya Minta Maaf

MEDAN – Lurah Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Syerly, akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik setelah video yang memperlihatkan dirinya diduga menanggapi keluhan warga dengan nada mengejek viral di media sosial. Video tersebut memicu beragam reaksi setelah memperlihatkan seorang warga menyampaikan persoalan lampu penerangan jalan umum (LPJU) kepada Wali Kota Medan, Rico Waas.

Dalam klarifikasinya, Syerly menegaskan bahwa ucapan yang terekam dalam video itu bukan bermaksud merendahkan ataupun mengejek aspirasi masyarakat. Ia mengaku perkataan tersebut terlontar secara spontan karena merasa memiliki hubungan yang dekat dengan warga yang menyampaikan keluhan.

banner 336x280

“Saya memohon maaf kepada publik. Itu murni spontanitas saya karena merasa dekat, akrab, dan sering bercanda dengan Ibu Ulfa. Jadi ucapan itu keluar begitu saja,” ujar Syerly, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, dirinya telah lama mengenal warga tersebut, bahkan memiliki hubungan kekeluargaan. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi di antara mereka selama ini berlangsung dengan baik, termasuk saat kunjungan Wali Kota Medan ke wilayah tersebut.

Syerly juga menepis anggapan bahwa dirinya sengaja meremehkan aspirasi masyarakat. Ia menegaskan persoalan lampu penerangan jalan yang dikeluhkan warga sebenarnya telah diusulkan kepada Dinas Perhubungan Kota Medan sejak tahun lalu dan masih menunggu tindak lanjut.

Di sisi lain, polemik video viral tersebut turut mendapat perhatian Pemerintah Kota Medan. Syerly membenarkan dirinya telah dipanggil oleh Inspektorat Kota Medan untuk memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.

“Benar saya sudah dipanggil Inspektorat. Namun untuk proses dan hasil pemeriksaannya merupakan kewenangan internal Inspektorat,” katanya.

Video yang beredar luas di media sosial itu sebelumnya menuai kritik dari warganet. Banyak yang menilai seorang aparatur pemerintah seharusnya memberikan respons yang lebih empatik terhadap setiap keluhan masyarakat, terlebih saat aspirasi disampaikan langsung kepada kepala daerah.

Hingga kini, polemik tersebut masih menjadi perhatian publik. Permintaan maaf yang disampaikan Lurah Paya Pasir diharapkan dapat meredam kontroversi, sementara masyarakat menanti tindak lanjut pemerintah terhadap keluhan mengenai fasilitas lampu penerangan jalan yang menjadi pokok persoalan.

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed