Medan – SUMATERA UTARA – Transaksi jual beli mobil secara cash on delivery (COD) di kawasan Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, berakhir ricuh. Seorang anggota TNI bernama Ari dilaporkan mengalami luka berat setelah diduga menjadi korban pengeroyokan saat mendampingi rekannya menjual sebuah mobil, Minggu (26/7/2026) malam.
Insiden tersebut kini masih didalami oleh aparat kepolisian bersama Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan untuk mengungkap kronologi serta penyebab pasti peristiwa tersebut.
Rekan korban, Marwandi (32), mengatakan dirinya bersama Ari datang ke lokasi untuk melakukan transaksi penjualan satu unit mobil Honda WR-V berwarna hitam. Menurutnya, kendaraan tersebut diperoleh melalui transaksi yang sah dan dilengkapi dokumen kepemilikan serta bukti pembelian.
Namun, situasi berubah ketika proses pengecekan kendaraan berlangsung. Marwandi mengaku seorang perempuan yang disebut sebagai calon pembeli diduga memanggil sejumlah orang. Tak lama berselang, puluhan orang datang menggunakan sepeda motor dan mengepung lokasi transaksi.
Suasana kemudian memanas setelah terdengar teriakan yang menuduh keduanya sebagai pelaku pencurian mobil. Dugaan tersebut memicu aksi pengeroyokan terhadap Ari dan Marwandi.
Akibat kejadian itu, Ari mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Putri Hijau Medan. Sementara Marwandi mengalami patah tulang hidung, luka robek di bagian wajah, gangguan penglihatan, serta mengaku kehilangan uang tunai sebesar Rp1,2 juta.
Merasa menjadi korban tindak pidana, Marwandi telah membuat laporan resmi ke Polda Sumatera Utara atas dugaan penganiayaan yang dialaminya.
Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Nelson JP Sipahutar, membenarkan pihaknya telah menerima informasi dan saat ini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf. Sandy, menyatakan bahwa Denpom I/5 Medan juga turut melakukan penyelidikan mengingat salah satu korban merupakan anggota TNI.
Hingga Rabu (29/7/2026), aparat gabungan belum menyimpulkan motif pasti insiden tersebut, termasuk apakah berkaitan dengan sengketa kepemilikan kendaraan, dugaan salah paham saat transaksi, atau faktor lainnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum yang sedang bekerja mengumpulkan alat bukti dan memeriksa para saksi.






